Cara Tetap Fokus Dalam Bekerja

cara agar bisa fokus pada pekerjaan,cara tetap fokus dalam bekerja,cara tetap fokus pada pekerjaan,kerja cerdas

Bagaimana Cara Tetap Fokus Dalam Bekerja?

Kisah ilustrasi berikut ini mungkin bisa memberi gambaran bagaimana caranya kita bisa tetap fokus dalam pekerjaan dan dapat bekerja dengan cerdas.

Beda Kerja Cerdas dan Kerja Bodoh

Di sebuah kafe yang suasananya cozzy, dua anak muda masuk lalu mengambil tempat duduk. Keduanya langsung mengambil laptop dan menyalakannya.

Beberapa saat kemudian, anak muda yang memakai topi biru membuka layar ponsel, membalas pesan yang masuk. Setelah itu dia mengalihkan perhatian ke layar laptop untuk melihat pekerjaannya.


Baru beberapa detik, notifikasi ponselnya berbunyi. Dia pun menunduk, mengetikkan pesan balasan dan mengirimnya. Pandangannya kemudian beralih ke layar laptop. Notifikasi masuk lagi ke ponselnya, dia pun menunduk lagi dan membalas pesan. Begitu terus berulang-ulang hingga hampir satu jam.

Sementara anak muda kedua yang memakai topi merah perhatiannya tertuju penuh pada pekerjaannya di laptop. Sebuah notifikasi pesan sempat masuk ke ponselnya. Anak muda ini membalas, lalu memasukkan ponsel ke dalam tas. Selama hampir satu jam itu, dia tidak menghiraukan beberapa notifikasi pesan lainnya.

Setelah satu jam, saya jamin orang kedua lebih produktif daripada yang pertama.

Perbedaan dua anak muda itu bukan karena salah satunya bekerja keras. Melainkan dia bekerja cerdas.


Kedua anak muda ini memiliki waktu yang sama, satu jam. Namun, anak muda bertopi merah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sementara anak muda bertopi biru menyia-nyiakan waktu yang ia miliki. Inilah yang dimaksud adagium lebih baik bekerja lebih cerdas daripada bekerja lebih keras.

Lebih sulit berarti mengukur kesuksesan berdasarkan waktu.

Lebih pintar berarti mengukur kesuksesan dengan apa yang telah dicapai.

Anak muda bertopi merah tahu bahwa kalau dia membiarkan pintu terbuka untuk gangguan (alias menyalakan ponsel dan meletakkannya di meja), dia akan terganggu.

Baca juga: 9 Tanda Ketahanan Psikologis Menghadapi Krisis

Teknologi Untuk Membantu, Bukan Memperbudak Kita

Kemajuan teknologi dalam beberapa dekade terakhir mengajarkan kita untuk selalu siaga dan reaktif setiap saat. Saat ponsel kita berdering, kebanyakan kita menghentikan pekerjaan dan mengangkatnya. Hal yang sama berlaku untuk pesan teks, baik di aplikasi perpesanan maupun notifikasi media sosial.

Peneliti dari Florida State University menemukan bahwa pemberitahuan push mematikan fokus dan konsentrasi kita meskipun kita tidak menanggapi panggilan atau pesan tersebut.

Studi lain dari University of California tentang tempat kerja modern, menyimpulkan karyawan terganggu dari pekerjaan mereka rata-rata setiap tiga menit lima detik. Peneliti utama dari penelitian ini juga mengatakan bahwa, di sisi lain, orang membutuhkan lebih dari 23 menit untuk masuk ke kondisi kerja yang mendalam ketika ia mendapat gangguan.

Sekarang, kenyataan pahitnya adalah kita mungkin menerima lebih dari satu pemberitahuan per hari. Akibatnya, kita sering kali terganggu dan tidak fokus.


Yang terjadi selanjutnya adalah daftar tugas kita menjadi lebih panjang. Pekerjaan kita bertambah banyak. Pikiran kita tersebar kemana-mana. Ujungnya, kita merasa stres, tidak dapat berpikir jernih, dan merasa cemas alih-alih puas dan bahagia.

Lalu, apa solusinya?

Jangan Lupa Beli e-book Menulis itu Menyenangkan

Cara Sederhana Agar Bisa Fokus pada Pekerjaan

Sederhana saja. Tak usah terburu-buru atau terlalu reaktif dan responsif menanggapi dering telpon atau pemberitahuan pesan teks. Jangan biarkan dunia luar mendikte dunia batin kita.

cara agar bisa fokus pada pekerjaan,cara tetap fokus dalam bekerja,cara tetap fokus pada pekerjaan,kerja cerdas
Jangan terlalu reaktif dan responsif menanggapi dering telpon agar bisa tetap fokus pada pekerjaan (unsplash.com)

Dalam lingkungan kerja, kapan pun kita ingin fokus yang mendalam pada suatu pekerjaan, letakkan ponsel di tempat yang tidak terlihat pandangan mata. Menyembunyikan ponsel di dalam tas, mematikan dering maupun fitur getarnya, atau meletakkannya di laci meja adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan bukan hanya untuk fokus, tetapi juga untuk ketenangan pikiran kita sendiri.

Hanya karena telepon berdering atau notifikasi WhatsApp berbunyi, bukan berarti kita harus segera meresponnya. Toh kita bisa menelepon atau membalas pesannya nanti. Atau mungkin tidak menelepon dan membalas pesan kembali sama sekali ketika kita tahu orang yang menelpon atau isi pesan WhatsApp itu ternyata tidak memberi manfaat apa pun bagi kita.


Kamu mungkin juga suka...

Tinggalkan Komentar Ya

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: