Jumat, April 19admin@warungwisata.com

Uncategorized

Ini Dia 44 Peserta Yang Lolos Program #MenyapaNegeriku

Ini Dia 44 Peserta Yang Lolos Program #MenyapaNegeriku

Uncategorized
Beberapa waktu yang lalu, Kemristekdikti menyelenggarakan program #MenyapaNegeriku, sebuah program yang mengajak peserta melihat langsung potret pendidikan di berbagai daerah Indonesia. Setidaknya, ada 11 Kabupaten di seluruh Indonesia yang akan menjadi tujuan program #MenyapaNegeriku kali ini. Setelah diluncurkan, program ini ternyata ramai peminatnya. Menurut Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ditjen SDIptek Dikti) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), pendaftar hingga waktu penutupan pada Jumat (13/11) lalu mencapai angka yang sangat fantastis yakni 47.523. Karena itu, alokasi peserta yang semula hanya 33 orang ditambah menjadi 44 orang. Setelah melakukan proses seleksi ketat, mendalam dan panjang terh
Inilah Brosur Makanan Yang Paling Greget Dan Unik

Inilah Brosur Makanan Yang Paling Greget Dan Unik

Uncategorized
Sudah lama saya menemukan foto brosur makanan ini di sebuah forum komunitas, lima tahun yang lalu. Tepat saat ada event Piala Dunia 2010. Dan saya pikir, inilah brosur makanan yang paling greget, paling anti mainstream, dan bisa bikin kita tertawa atau minimal tersenyum lucu. Hingga kini, saya belum pernah lagi menemukan brosur yang bisa mengalahkan gregetnya brosur ini. Brosur makanan ini adalah sebuah brosur tentang nasi kucing. Sudah tahu apa yang disebut nasi kucing? Itu hanya sekedar istilah untuk menyebut nasi bungkus dengan lauk seadanya dan dijual murah. Istilah nasi kucing akrab ditelinga wisatawan atau siapa saja yang pernah ke Yogyakarta. Biasanya, nasi kucing berisi nasi secukupnya (cukup dimakan lima-enam sendok makan saja), sambal, sejumput mie instan, seiris telor dadar, ...
Kalau Minum Kopi, Jangan Diaduk!

Kalau Minum Kopi, Jangan Diaduk!

Uncategorized
Pada umumnya kegiatan malam hari seorang manusia sebelum tidur adalah mencari 3 hal berikut ini: toilet, handphone, dan kopi. Kebetulan kedua orang tersebut sedang mencari kopi. Namun karena terlalu malas bergerak dari sofa di ruang tamu, akhirnya mereka memutuskan untuk duduk dan menanti keajaiban. Woilaa, tak lama kemudian sang tukang kopi keliling lewat dengan manisnya. Kedua pemuda tersebut akhirnya membeli masing-masing secangkir kopi alias kopi hitam dan segera duduk di teras untuk minum. Semuanya senang hingga akhirnya tragedi itu pun datang. M: “Kopi lo gak diaduk, Bray?” S: “Hah? Buat apaan diaduk? Emangnya semen…” M: “Loh, haruslah. Biar semuanya kecampur rata!” S: “Ah, jadinya gak enak dilihat tauk. Gak karu-karuan bentuknya!” Dari percakapan yang hampir berujung ke
Pingin Traveling Gratis? Ikuti Program #MenyapaNegeriku

Pingin Traveling Gratis? Ikuti Program #MenyapaNegeriku

Uncategorized
Bagi kamu-kamu yang ingin traveling dan berpetualang gratis, sekalian bisa ikut mengabdi bagi bangsa, program yang diadakan Kemristekdikti ini mungkin bisa membuka peluang impianmu. Syaratnya mudah, cukup bisa menuliskan dan mendokumentasikan kembali semua aktivitas yang kamu ikuti nanti bila kamu lolos mengikuti program ini. Kemristekdikti mengajak kamu untuk mengunjungi berbagai daerah di Tanah Air melalui kegiatan “Menyapa Negeriku”. Selama maksimal enam hari (disesuaikan dengan jadwal penerbangan dan lokasi), peserta kegiatan akan melihat langsung potret pendidikan Indonesia melalui petualangan seru dan mengasyikkan. Tidak hanya itu, peserta juga akan diajak berpartisipasi untuk berbagi inspirasi di wilayah yang dikunjungi, bisa dengan berbagi cerita maupun menularkan berbagai keahl
Bagikan Pengalaman Wisatamu

Bagikan Pengalaman Wisatamu

Uncategorized
Seorang wisatawan manca pernah berkata, "Butuh waktu seumur hidup untuk menjelajahi seluruh Indonesia, dan butuh ribuan buku untuk menuliskan tempat-tempat luar biasa di Indonesia". Kata-kata itu diucapkannya kala bertemu saya beberapa waktu yang lalu di pantai Kuta, Bali. Turis tersebut, mengaku terus terang kagum dengan kekayaan wisata alam Indonesia, dan mengatakan akan sangat rugi jika saya, yang asli Indonesia tidak pernah mengenal potensi wisata negara sendiri.   Well, memang benar apa yang dikatakan si bule itu. Tapi, dengan berat hati pula harus saya tambahkan pernyataannya, "Butuh biaya yang besar pula untuk menjelajahi tempat-tempat wisata di Indonesia".   Coba anda bayangkan, untuk satu kali perjalanan ke Raja Ampat atau Pulau Weh di Aceh misalnya, jika and