Minggu, Juni 16admin@warungwisata.com

Wisata Kuliner

Ke Papua, Jangan Lupa Beli Buah Matoa

Ke Papua, Jangan Lupa Beli Buah Matoa

Wisata Kuliner
Ada satu buah tangan yang khas dan tak boleh dilupakan untuk dibawa jika anda sempat ke tanah Papua, yakni buah Matoa. Tanaman khas dan flora identitas Papua ini memiliki nama latin Pometia Pinnata. Bentuk buahnya merupakan campuran antara kedondong dan kelengkeng. Kulit luar menyerupai kulit kedondong, tapi isi dalamnya mirip sekali dengan kelengkeng. Rasanya manis legit, dengan aroma bermacam-macam, seperti durian, nangka, dan kelengkeng. Pohon Matoa umumnya hanya berbuah satu tahun sekali. Mulai berbunga pada bulan Juli dan buah Matoa yang matang sudah bisa dipetik pada bulan Oktober-Desember. Karena itu, jika anda datang ke Papua di bulan-bulan awal tahun, anda terpaksa harus gigit jari karena hampir tidak bisa mendapatkan buah khas pulau Papua ini. Beruntung sekali, ketika saya ...
Mencicipi Kopi Amungme, Kopi Organik Khas Timika

Mencicipi Kopi Amungme, Kopi Organik Khas Timika

Wisata Kuliner
Pesawat Garuda tujuan Sentani Jayapura baru saja mendarat di bandara Mozes Kilangin, Timika untuk transit. Berhubung waktu transitnya sekitar satu jam, saya pun keluar dari komplek bandara dengan maksud hendak melihat-lihat suasana kota Timika, minimal di sekitar bandara, yang baru pertama kali saya kunjungi ini. Sekalian mencari dan mencicipi kopi Amungme yang terkenal itu. Dan akhirnya saya pun mendapatkannya di sebuah toko swalayan di dekat komplek bandara. Kemasannya berwarna hitam pekat dengan sedikit nuansa emas. Sangat eksklusif. Bila diseduh, aromanya yang kuat mampu menggoda siapapun untuk mencicipinya. Rasanya juga kental dan tidak membuat mual. Itulah sedikit gambaran mengenai Amungme, kopi terkenal produksi Timika, Papua. Sesuai namanya, kopi ini diproduksi oleh suku
Menikmati Sensasi Kopi Hijau Setiap Saat

Menikmati Sensasi Kopi Hijau Setiap Saat

Wisata Kuliner
Selama ini, Kopi Hijau (Kopi Ijo) identik dengan minuman khas di kota Tulungagung. Ada banyak kedai kopi/warung kopi di sekitar Tulungagung yang menyajikan hidangan kopi ijo. Dari segi budaya lokal, kopi hijau (Kopi Ijo, dalam bahasa jawa) merujuk pada frasa kunci untuk menjelaskan tradisi minum kopi di Tulungagung. Silakan coba tanya ke sembarang orang ihwal kopi apa yang unik di kota ini, jawabnya nyaris selalu Kopi Ijo. Minuman khas ini tersedia di banyak warung kopi kelas tepi jalan sampai kedai yang berani menyebut diri sebagai kafe. Dari segi tinjauan ilmiah, Kopi hijau atau Green coffee berasal dari biji kopi yang belum di “roasted” (dipanggang) atau definisi ini merujuk pada biji kopi yang telah dikuliti, dan dijemur (dikeringkan) dan akan dipergunakan untuk proses selanjutnya ya