liburan akhir tahun ke bali,promo liburan akhir tahun ke bali,liburan akhir tahun bali,paket liburan akhir tahun 2017 ke bali,paket liburan akhir tahun murah ke bali,paket liburan akhir tahun 2017 ke bali,paket liburan akhir tahun bali,liburan akhir tahun di bali,tips liburan akhir tahun di bali,paket liburan akhir tahun ke bali,paket liburan akhir tahun 2017 bali,liburan bali akhir tahun 2017,promo liburan ke bali akhir tahun 2017

Lima Resiko Yang Harus Kamu Tanggung Jika Liburan Akhir Tahun Ke Bali


Bali masih menjadi tempat wisata favorit bagi para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Hampir sepanjang tahun, Bali selalu ramai dengan kedatangan para turis tersebut. Terlebih menjelang masa libur panjang akhir tahun seperti sekarang. Memang, banyaknya tempat-tempat indah dan spot pariwisata yang menarik lainnya mampu mengundang para wisatawan untuk selalu datang ke Bali. Tapi, setidaknya ada lima resiko yang harus kamu tanggung jika liburan akhir tahun ke Bali.

Resiko pertama tentu saja masalah kroditnya lalu lintas alias macet. Jalan-jalan di Bali tidaklah selebar jalan-jalan di kota besar seperti Surabaya atau Jakarta. Seiring dengan semakin banyaknya pemakaian kendaraan pribadi, plus tidak berjalannya kebijakan pemakaian kendaraan umum, sudah tentu hal ini akan semakin menimbulkan kemacetan di hampir semua jalan di Bali. Dan kemacetan lalu lintas di Bali tak hanya terletak di area kota Denpasar atau Badung. Bahkan jalan ke arah tempat wisata kabupaten lainnya, misal ke Bedugul atau Kintamani kini juga terserang macet. Di hari-hari biasa saja sudah terasa macetnya, apalagi pada waktu musim liburan dan peak seaseon seperti bulan Mei, Juni, Juli dan November-Desember. Bus-bus pariwisata maupun minibus pariwisata memenuhi jalan-jalan seputar tempat wisata di Bali. Dan, keadaan seperti ini sangat membuat tidak nyaman para wisatawan. Memangnya siapa yang mau berlama-lama di jalan raya?

Resiko kedua adalah ramainya tempat wisata. Ada sebuah nasehat berharga seputar tips mengunjungi tempat wisata, “Jangan pernah tertipu dengan sebuah foto tempat wisata”. Kita mungkin sering melihat foto-foto tempat wisata di media sosial yang terkesan begitu bagusnya karena tak nampak keramaian wisatawannya. Tapi, begitu kita sudah datang langsung ke tempat tersebut, yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Tempat wisata itu, apalagi yang sudah terkenal seolah menjadi kolam penampungan wisatawan. Orang-orang berjubel memenuhi setiap sudut tempat wisata. Sehingga, rasa untuk menikmati keindahan tempat wisata pun menjadi berkurang, bahkan bisa jadi hilang.

liburan akhir tahun ke bali,promo liburan akhir tahun ke bali,liburan akhir tahun bali,paket liburan akhir tahun 2017 ke bali,paket liburan akhir tahun murah ke bali,paket liburan akhir tahun 2017 ke bali,paket liburan akhir tahun bali,liburan akhir tahun di bali,tips liburan akhir tahun di bali,paket liburan akhir tahun ke bali,paket liburan akhir tahun 2017 bali,liburan bali akhir tahun 2017,promo liburan ke bali akhir tahun 2017

danau Batur Kintamani, tempat alternatif untuk liburan akhir tahun di Bali

Resiko ketiga adalah mahalnya biaya akomodasi. Sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin tinggi permintaan, harga barang/jasa akan meningkat. Begitu pula dengan biaya akomodasi. Di luar musim liburan, mungkin harga-harga seperti tiket pesawat/kendaraan umum lainnya serta hotel dan tempat menginap masih bisa kita jangkau, alias masih wajar. Tapi, begitu masuk musim liburan, harga-harga itu akan melonjak drastis. Seperti tiket pesawat dari Surabaya ke Denpasar, di luar musim liburan, biasanya hanya berkisar 250 ribu hingga 400 ribu. Tapi, begitu masuk peak season, tiket pesawat melonjak jadi 600 ribuan, itu yang paling murah. Belum lagi biaya hotel.

Resiko keempat yang harus kamu tanggung jika liburan  akhir tahun ke Bali adalah hujan. Yup, akhir tahun itu musim penghujan di Indonesia. Dan di bulan November-Januari, intensitas hujan sangat tinggi. Apalagi di Bali. Hujan kadang tidak bisa diprediksi. Pagi cerah, bisa saja tiba-tiba siang turun hujan deras. Dan, tentu saja, apa enaknya berwisata di tengah hujan deras?


Resiko terakhir, saat kamu liburan akhir tahun ke Bali  adalah suara bising. Ini hanya terjadi saat pergantian tahun. Hampir di semua sudut wilayah Bali sangat antusias menyambut malam pergantian tahun. Dan, ritual itu ditandai dengan membunyikan terompet hingga menyalakan kembang api hampir sepanjang 24 jam. Biasanya, menjelang petang, sudah ramai suara ledakan kembang api dan terompet. Intensitas suara makin memekakkan telinga menjelang pukul 12 malam, dan akan terus berlanjut hingga pukul 04 dinihari. Buat kamu yang tidak terbiasa dengan suara bising dan keramaian, lebih baik jangan berlibur akhir tahun di Bali.

 

 

 

 


Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.