Masjid Putih Dau, Miniatur Taj Mahal

Masjid putih dau,masjid putih,masjid salman al farisi,masjid taj mahal,lokasi masjid putih dau

Aku tertarik mengunjungi masjid ini karena terbujuk foto yang dipajang temanku di status WhatsApp-nya. Di status fotonya, temanku menulis “Dari jauh seperti miniatur Taj Mahal”.

“Kayak kamu pernah ke Taj Mahal saja,” kataku mengomentari status WhatsApp-nya.

“Hehehehe,” seringai temanku membalas pesan yang kukirim.


“Tapi memang bagus kok masjidnya. Lihat saja sendiri kalau tidak percaya,” lanjut temanku berpromosi.

“Memangnya di mana sih masjidnya?”

“Di Dau. Lewat Dieng terus ke arah perkemahan Bedengan atau Petungsewu. Nanti tanya-tanya lokasi Masjid Putih,” jelas temanku.

“Nama masjidnya apa?”


“Aku lupa. Pokoknya orang sana kenalnya Masjid Putih. Lokasinya agak di tengah perkebunan tebu.”

Termakan bujukan temanku, akhirnya aku mengajak istri dan anak-anak mencari lokasi masjid yang konon mirip Taj Mahal itu. Sebelum meluncur pergi, aku cari-cari lokasi tepatnya di Google Maps.

Ternyata tidak ada titik lokasi Masjid Putih Dau. Sekalipun itu di sekitar area wisata petik jeruk seperti yang disebutkan temanku. Berhubung sudah terlanjur penasaran, aku pun berangkat juga.

Lokasi Masjid Putih Dau

Melewati perumahan Dieng, aku terus melaju ke arah barat menuju arah ke perkemahan Bedengan dan agrowisata Petungsewu. Sepanjang jalan Dieng Atas, sudah 4 penduduk sekitar yang kutanya lokasi Masjid Putih, atau masjid yang mirip Taj Mahal, semua menjawab tidak tahu.

Mendekati pergantian jalan, akhirnya aku mendapat petunjuk.

“Oh, masjid yang ada pondoknya itu? Lurus saja sebentar, nanti ada pertigaan belok kiri. Ada kebun-kebun tebu. Nah, di situ ada masjid yang dindingnya putih semua,” jelas seorang warga saat aku menanyakan lokasi Masjid Putih.


Berbekal petunjuknya, akhirnya kutemukan juga masjid tersebut. Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, aku mengerti mengapa masjid ini disebut Masjid Putih Dau, atau miniaturnya Taj Mahal.

Masjid ini sebenarnya bernama Masjid Salman al Farisi. Lokasi tepatnya berada di jalan Karang Ampel Timur, kelurahan Karangwidoro, Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Bentuk Kubah Mirip Taj Mahal

Lokasinya memang agak jauh dari rumah penduduk. Di sekeliling masjid, terhampar perkebunan tebu. Kubah dan menaranya yang menjulang tinggi membuat masjid ini mudah dilihat dari kejauhan.

Dan, memang benar seperti yang dikatakan temanku tadi. Dari jauh, melihat bentuk kubah dan menaranya, masjid ini sedikit mirip dengan Taj Mahal.

Masjid putih dau,masjid putih,masjid salman al farisi,masjid taj mahal,lokasi masjid putih dau
Masjid Salman al Farisi atau Masjid Putih Dau

Keunikan masjid ini ada pada struktur bangunannya yang membentuk kubus, dengan panjang sisi yang menurutku hampir sama. Di ketiga sisi bangunan, terpasang 3 pintu yang juga sama bentuknya.

Seolah diguyur cat putih, seluruh dinding luar masjid ini berwarna putih susu. Pantas saja penduduk sekitar menyebutnya Masjid Putih.Tidak ada warna lain di sepanjang dinding luar masjid.

Ornamen Kaca Patri dan Pohon Kurma di Masjid Putih Dau

Setelah memarkir kendaraan, aku lalu masuk ke dalam masjid. Tidak ada yang istimewa dari interior masjid ini. Kecuali mungkin ornamen kaca patri yang menghiasi pintu dan kusen jendela. Kalau dilihat sekilas, mirip dengan ornamen kaca patri yang ada di gereja-gereja.

Di sebelah timur masjid, ada beberapa bangunan kosong. Rupanya bangunan yang kosong itu rencananya untuk pondok pesantren yang kata penduduk setempat bernama Al Hamra. Sayangnya, pembangunan pondok pesantren itu rupanya terkendala biaya karena waktu aku kesana bangunan pondok itu terkesan dibiarkan begitu saja. Tidak ada aktivitas santri maupun pengasuh pondok pesantrennya.

 Yang menarik lagi dari masjid ini, di tepian jalan mulai pintu masuk sampai lokasi pondok terdapat beberapa pohon kurma setinggi 1 meter. Konon, pohon kurma di sini bisa berbuah. Entah benar atau tidak, waktu aku kesana pohon kurmanya belum ada yang berbuah.

Masjid putih dau,masjid putih,masjid salman al farisi,masjid taj mahal,lokasi masjid putih dau
Pohon kurma di Masjid Putih Dau

Dengan keunikan dan kelebihannya itu, Masjid Salman al Farisi ini bisa jadi alternatif wisata religi. Apalagi lokasinya agak jauh dari kawasan penduduk. Suasana tenang dan nyaman membuat pengunjung masjid merasa nyaman.

Sayangnya, infrastruktur jalan belum mendukung. Jalan Karangampel yang menjadi jalan masuk ke masjid ini tidak terlalu lebar, hanya bisa dilewati mobil biasa. Untuk mobil-mobil ukuran besar atau bis pariwisata, sulit untuk bisa masuk ke area perkebunan dan masjid.


Kamu mungkin juga suka...

Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: