Jumat, Maret 22admin@warungwisata.com

Mencicipi Kopi Amungme, Kopi Organik Khas Timika

Pesawat Garuda tujuan Sentani Jayapura baru saja mendarat di bandara Mozes Kilangin, Timika untuk transit. Berhubung waktu transitnya sekitar satu jam, saya pun keluar dari komplek bandara dengan maksud hendak melihat-lihat suasana kota Timika, minimal di sekitar bandara, yang baru pertama kali saya kunjungi ini. Sekalian mencari dan mencicipi kopi Amungme yang terkenal itu.

kopi amungme gold,kopi amungme timika,kopi amungme,harga kopi amungme gold,jual kopi amungme,harga kopi amungme,jual kopi amungme gold,kopi amungme papua

Dan akhirnya saya pun mendapatkannya di sebuah toko swalayan di dekat komplek bandara. Kemasannya berwarna hitam pekat dengan sedikit nuansa emas. Sangat eksklusif. Bila diseduh, aromanya yang kuat mampu menggoda siapapun untuk mencicipinya. Rasanya juga kental dan tidak membuat mual.

Itulah sedikit gambaran mengenai Amungme, kopi terkenal produksi Timika, Papua. Sesuai namanya, kopi ini diproduksi oleh suku Amungme. Berjenis Arabica, kopi ini ditanam di empat lembah dataran tinggi Papua yaitu Hoea, Tsinga, Utekini, dan Aroanop.

Kopi Amungme diproduksi oleh PT. Freeport, perusahaan tambang emas terbesar dan terkenal itu. Sebagai salah satu perusahaan pertambangan besar, PT. Freeport Indonesia memiliki kewajiban untuk membangun lingkungan sekitarnya sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) kepada lingkungannya. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memberdayakan masyarakat papua untuk membudi dayakan tanaman kopi.

Kopi yang ditanam adalah jenis kopi arabika yang ditanam pada ketinggian 1800 mdpl, dan ditengarai merupakan ketinggian yang cocok untuk jenis kopi arabika ini, satu hal yang membuat saya tertarik mencicipinya adalah kopi ini diklaim murni organic sehingga bebas dari bahan kimia. Dan ternyata hal ini sudah diakui oleh salah satu organisasi yang bergerak di bidang produksi makanan organik yaitu CERES pada bulan Agustus tahun 2000. Mungkin ini adalah salah satu yang membuat cita rasanya berbeda dengan kopi-kopi yang pernah saya minum dari beberapa daerah di nusantara, seperti Medan, Aceh, Lampung, dsb.

 

Untuk menyeduhnya para pecinta kopi tidak perlu banyak bubuk kopi untuk mendapatkan kopi dengan kekentalan yang maksimal, sebagai perbandingan, untuk mendapatkan satu cangkir kopi yang nikmat, anda cukup memasukkan ¾ sendok teh kopi kedalam cangkir lalu campur air panas yang baru mendidih (lebih baik), jika anda suka kopi yang kental maka mungkin bisa ditambahkan sampai 2 sendok teh atau sesuai selera anda, tambahkan gula bila suka. Kesaksian dari beberapa teman yang mengaku sebagai penggila kopi rasa kopi amungme ini memang lebih kuat dari kopi-kopi lain, pekatnya pas dan aromanya juga sangat khas, wangi kopi yang dipanggang sempurna…
Jika anda berminat, kopi ini dijual di beberapa pasar-pasar swalayan di Timika namun tak perlu bersusah payah kesana karena saat ini juga sudah ada banyak yang menjualnya di pulau jawa, mostly online marketer. Untuk satu bungkus kopi dengan berat 250 gram harganya sekitar 50ribu rupiah, berbeda jika sudah diluar, harganya sudah 75 ribu rupiah, sedangkan diluar Timika dan Papua bisa mencapai 100 ribu rupiah… yang saya rasa cukup worthed untuk kopi organik, bebas pestisida, dan pastinya nikmaaaaat…..

Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: