Kamis, April 18admin@warungwisata.com

Menelusuri Sejarah Bali Di Museum Bajra Shandi

 

Jika anda ingin mengetahui dan menelusuri sejarah kehidupan masyarakat Bali, mulai dari Masa Prasejarah, Masa Bali Kuno, Masa Pergolakan Fisik hingga masa-masa mengisi dan mempertahankan perjuangan kemerdekaan di Pulau Dewata, sebaiknya berwisatalah ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang terletak di Jl. Raya Puputan Niti Mandala, Denpasar – Bali. Monumen ini juga dikenal dengan nama Museum Bajra Shandi.

Keberadaan Monumen Perjuangan Rakyat Bali saat ini memang tidak lepas dari pengagasnya yang bernama Alm. Prof Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali. Untuk merealisasikan idenya, pada tahun 1981-1987 dibuatlah desain monumen yang dimenangkan oleh Ida Bagus Gede Yadnya. Kemudian, tahun 1988-2001, proses pembangunan fisik dimulai dengan Ida Bagus Tugur sebagai pihak konsultan.

Tepatnya, 14 Juni 2003, Presiden RI Megawati Soekarno Putri meresmikan Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya berupa nilai-nilai kepahlawanan, jiwa patriotisme, jiwa persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, serta cinta perdamaian yang diharapkan dapat diwariskan kepada generasi penerus bangsa ini.

Dari sinilah, Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang berada di areal selatan Lapangan Puputan Margarana ini mulai dijadikan salah satu tujuan wisata oleh turis mancanegara maupun wisatawan lokal yang sedang berlibur di kota Denpasar – Bali. Lalu, ada apa saja di dalamnya?

Selain sebagai tempat pengingat perjuangan rakyat Bali, monumen ini juga berfungsi sebagai museum. Didalamnya, terdapat berbagai diorama yang menggambarkan tatanan kehidupan masyarakat Bali kuno dan masa kerajaan-kerajaan di Bali, hingga diorama perjuangan rakyat Bali melawan Jepang dan Belanda. Juga terdapat koleksi foto-foto pendaratan tentara Belanda di pulau Bali dan foto-foto perjuangan laskar Puputan yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai.

Dinamakan museum Bajra Sandhi karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan.

diorama museum bajra sandhi
diorama kehidupan masyarakat Bali kuno
koleksi foto museum bajra sandhi
koleksi foto pendaratan tentara Belanda di Pulau Bali

Dari tatanan eksterior luar bangunan, museum Bajra Sandhi memiliki aneka patung yang secara simbolis menggambarkan siklus jaman yang disebut Catur Yuga. Bentuknya yang segi delapan dan teratai berdaun delapan yang disebut dengan Asta Dala ini melambangkan kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa.  Ada juga kolam yang mengitari sisi bangunan atau kerap disebut dengan Ksirarnawa (Laut Susu) dimana terdapat Amertha, diibaratkan sebagai kebudayaan Bali yang patut digali dan diolah demi Bali Dwipajaya.

eksterior bangunan museum bajra sandhi

Bangunan yang memiliki luas 4.900 m2 ini memiliki 17 buah anak tangga yang menuju pintu masuk (Kori Agung) yang berada di pelataran tengah, 8 buah Tiang Agung yang terdapat di kolam tengah bagunan inti, serta memiliki  tinggi monumen 45 m. Angka-angka ini melambangkan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Di lantai bawah atau yang biasa disebut Nistaning Utama Mandala ini terdapat Ruang Pameran, Ruang Perpustakaan, Ruang Souvenir, dan ruang pertemuan untuk keperluan masyarakat umum.  Sedangkan di lantai tengah (Madianing Utama Mandala) terdapat 33 diorama yang menceritakan perjuangan rakyat Bali dari masa pra sejarah hingga kemerdekaan. Di lantai atas (Utamaniang Utama Mandala) terdapat Ruang Peninjauan yang bisa melihat keindahan Kota Denpasar dari ketinggian.

Untuk mencapai ruang ini, pengunjung harus melalui 69 anak tangga yang memutar keatas. Tangga ini melambangkan proses Pendakian Suci untuk menuju puncak Gunung Mandara Giri yang di dalamnya terdapat nuansa kedamaian serta proses keseimbangan.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali/Museum bajra Sandhi buka setiap hari kerja mulai pukul 08.30 – 17.00 WITA. Sedangkan Sabtu/Minggu, buka pukul. 09.00/10.00 – 17.00 WITA. ***

 

Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: