Menikmati Denting Merdu Dawai Sasando


Pagi itu, jam sarapan di sebuah hotel tempat saya menginap dihiasi dengan denting merdu dari dawai sebuah Sasando yang dimainkan oleh pemusik lokal. Namanya Zakarias Ndaong, asli dari Rote, Nusa Tenggara Timur. Kepiawaiannya memainkan Sasando membuat Zakarias sering diundang untuk mengisi acara-acara resmi, atau dikontrak hotel untuk menemani waktu sarapan para tamu hotel. Seperti saat itu, Zakarias diundang hotel Swiss Bel Inn Kristal Kupang untuk bermain Sasando pada jam makan pagi, selama empat hari berturut-turut. Hal itu karena bertepatan dengan event Melanesian Culture Festival, yakni festival budaya bangsa-bangsa Melanesia yang digelar oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI.

Dan, baru kali ini saya melihat sendiri, sebuah alat musik Sasando bisa dimainkan dan membentuk nada-nada lengkap dari berbagai lagu. Mulai lagu tradisional, oldies, hingga pop masa kini. Cuma satu yang tidak bisa dimainkan oleh Zakarias Ndaong, yakni lagu dangdut, karena dia belum familiar. Tapi, jika dia sudah mendengar dan hafal nada lagunya, Zakarias menuturkan dia bisa meniru dan membuat cover song dari lagu yang dimaksud.

Sasandu (bahasa rote), atau bahasa kupang sering menyebut sasando adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara memetik dengan jari-jemari tangan. Sasando merupakan alat musik tradisional dari kebudayaan rote. Alat ini bentuknya sederhana bagian utamanya berbentuk tabung panjang dari bambu, bagian tengah melingkar dari atas ke bawah diberi penyangga (senda-bahasa rote) dimana dawai-dawai atau senar yang direntangkan ditabung bambu dari atas bertumpu ke bawah. Penyangga ini menghasilkan nada yang berbeda-beda pada setiap petikan dawai, sedangkan wadah yang berfungsi untuk resonansi sasando berupa anyaman lontar (haik). Bentuk sasando secara umum mirip dengan alat musik petik lainnya, seperti gitar, biola, kecapi dan valiha dari madagaskar.

Menurut Zakarias, untuk menghasilkan satu nada, kita harus memetik 3 senar secara bersamaan. Kalau hanya memetik satu senar, hanya akan menghasilkan nada mi, fa, dan sol. Untuk nada-nada lainnya, harus dipetik 3 senar berbarengan. Senar bagian bawah sasando berfungsi sebagai bass. Sedangkan senar bagian atas, berfungsi sebagai melodi.

Silahkan lihat dan dengarkan kemahiran Zakarias Ndaong memainkan Sasando di channer youtube berikut:


Zakarias Ndaong di Youtube

Zakarias Ndaong memainkan lagu Rek Ayo Rek


Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.