beli tiket KA lokal,tiket KA lokal,beli tiket KA lokal wajib pakai KAI Access,tiket kereta api lokal,cara membeli tiket kereta api lokal,tiket kereta api,KA Lokal,naik kereta api,tips membeli tiket kereta api secara online,KAI Access,LinkAja,

Sekarang Beli Tiket KA Lokal Wajib Pakai KAI Access


Terkejut saya ketika hendak membeli tiket KA Lokal Malang-Surabaya keberangkatan 6 hari mendatang ditolak oleh petugas loket.

“Maaf, untuk tiket tanggal 2 september tidak bisa dibeli di loket stasiun,” kata Mbak petugas loket.

“Maksudnya bagaimana, Mbak?” tanya saya kebingungan.

“Mulai 1 September, pembelian tiket KA Lokal harus lewat KAI Access, Mas. Loket stasiun hanya melayani pembelian tiket Go Show sampai maksimal 3 jam sebelum keberangkatan,” kata Mbak petugas loket menerangkan dengan sabar.

Dengan pasrah, saya pun keluar dari loket stasiun Kota Malang. Di ruang tunggu, saya melihat sekeliling, mencari-cari apakah ada pengumuman resmi dari KAI tentang kewajiban membeli tiket KA lokal melalui KAI Access. Ternyata tidak ada. Tak nampak satu pun poster atau banner sosialisasi perubahan kebijakan pembelian tiket KA Lokal ini.

Saya melihat ini bentuk keteledoran dan ketidakprofesionalan KAI. Bagaimana mungkin mereka lalai memberi tahu penumpang tentang perubahan kebijakan yang sangat penting ini? Saya bisa membayangkan ada jutaan calon penumpang KA Lokal lain yang juga merasa terkejut dan hanya bisa pasrah dengan kebijakan yang terhitung sangat mendadak ini.


Bayar Tiket KA Lokal Hanya Bisa Pakai LinkAja

Pada lebaran lalu, calon penumpang masih bisa membeli tiket KA Lokal hingga H-7 di loket stasiun. Waktu itu tidak ada satu pun pemberitahuan dari KAI bahwa ke depan calon penumpang harus membelinya lewat aplikasi KAI Access. Memang, sejak April lalu, pembelian tiket KA Lokal sudah bisa dilakukan melalui KAI Access, tapi sifatnya opsional, bukan kewajiban.

beli tiket KA lokal,tiket KA lokal,beli tiket KA lokal wajib pakai KAI Access,tiket kereta api lokal,cara membeli tiket kereta api lokal,tiket kereta api,KA Lokal,naik kereta api,tips membeli tiket kereta api secara online,KAI Access,LinkAja,

Perubahan kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tidak bisa dilakukan secara mendadak. Sosialisasinya semestinya dilakukan sejak jauh-jauh hari. Apalagi mengingat KAI adalah satu-satunya perusahaan yang memonopoli moda transportasi kereta api di Indonesia.

Perubahan kebijakan ini menurut saya sangat merugikan masyarakat. Hanya untuk membeli tiket kereta api lokal mereka harus mengunduh dan memasang dua aplikasi sekaligus: KAI Access dan LinkAja. Ini karena pembayaran tiket yang dipesan di lewat KAI Access hanya bisa dilakukan dengan dompet elektronik LinkAja.

Calon penumpang tidak diberi pilihan mode pembayaran lain, seperti lewat ATM atau lewat konter pembayaran yang jadi mitra seperti Alfamart atau Indomart. Calon penumpang memang masih bisa membeli tiket di loket stasiun, tapi hanya untuk keberangkatan hari H atau Go Show. Itu pun dengan catatan selama tiketnya masih tersedia.


Kebijakan PT. KAI merugikan Masyarakat

Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana dengan nasib calon penumpang yang tidak punya smartphone? Hampir sebagian besar penumpang KA Lokal adalah masyarakat kelas menengah ke bawah.

Masyarakat yang mungkin belum melek internet, belum tersentuh literasi digital, dan mungkin sebagian besar lainnya belum bisa membeli smartphone dan mengisi saldo LinkAja. Mereka inilah yang akan dirugikan dengan kebijakan terbaru KAI ini.

Belum lagi apabila ada gangguan elektronik, entah itu padamnya listrik, gangguan server atau kendala lain yang mengakibatkan masyarakat tidak bisa mengakses aplikasi KAI Access. Apakah server KAI sudah cukup kuat untuk menampung jutaan pemesanan tiket KA Lokal?

Saya menebak, perubahan kebijakan ini terkait dengan peluncuran LinkAja oleh konsorsium empat bank BUMN beberapa waktu lalu. Kemungkinan besar menurut analisis saya, untuk meningkatkan penggunaan LinkAja di kalangan masyarakat supaya tidak kalah dengan dompet elektronik lain semacam OVO atau Gopay, pembelian tiket KAI Lokal pun harus “dipaksa” menggunakan dompet elektronik mereka. Sampai segitunya.

Saya berharap, KAI meninjau ulang kebijakan terbaru ini dan memberi kesempatan pada masyarakat pengguna KA Lokal untuk bisa membeli tiket di loket stasiun. Jangan sampai kebijakan KAI ini mengebiri hak rakyat untuk mendapatkan kemudahan pelayanan dari perusahaan milik negara.

Tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana

Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.