Kamis, Juni 27admin@warungwisata.com

6 Tips Mempercepat Website Bagi Blogger Pemula

Tidak ada yang rela menunggu lama, meskipun itu untuk orang tercinta.

Bayangkan saat kamu menelpon customer service. Setelah tersambung, ternyata yang kamu dengar adalah suara mesin penjawab.

“Mohon menunggu, semua petugas kami sedang melayani pelanggan. Tekan angka 1 untuk menunggu, atau angka 0 untuk kembali ke menu awal.”

Karena urusanmu penting dan mendesak, kamu pilih menunggu. Satu menit berlalu, masih belum ada yang merespon. Suara mesin penjawab terulang lagi, “Mohon menunggu…”

Seiring berlalunya waktu, kamu mungkin sudah lupa mengapa kamu menelpon customer service tersebut. Ketika ada yang mengangkat dan menyapa, “Selamat malam dengan Ayu ada yang bisa dibantu?”, yah mungkin sih kamu bersyukur akhirnya ada yang mengangkat. Tapi lebih banyak lagi rasa marah dan keluh kesahnya.

Sekarang coba bayangkan yang sebaliknya. Ketika panggilan telpon kita ke customer service dijawab dengan cepat, rasanya puas bukan? Meskipun petugas customer service-nya belum bisa memberi solusi yang kamu inginkan.

Pentingnya kecepatan Website untuk sukses online

Seperti itulah perasaan kita saat sedang berseluncur di dunia maya. Ketika kita hendak mengunjungi sebuah website, tentunya kita berharap website tersebut akan cepat terbuka. Sebuah website yang lambat ibaratnya layanan pelanggan yang buruk.

Alih-alih menunggu dengan sabar, kita cenderung frustasi dan menutupnya. Tak peduli isinya menarik dan penting. Buang-buang waktu dan kuota internet saja.

Toh masih ada jutaan website lain yang mungkin lebih cepat dan lebih menarik kontennya. Kita pun akan mempertimbangkan ulang untuk berkunjung kembali ke website tersebut.

Sebaliknya, website yang waktu muatnya lebih cepat akan memberikan kepuasan dan pengalaman terbak bagi pengunjungnya sejak awal. Ujung-ujungnya, website tersebut bisa menarik lebih banyak pengunjung yang lain.

tips mempercepat website,pentingnya kecepatan website,dewaweb,hosting tercepat,cara mempercepat website,
sumber ilustrasi: websolutions.com

Itulah mengapa mulai bulan April 2010 yang lalu, Google memasukkan kecepatan website (site speed/page speed) sebagai salah satu faktor penentu peringkat di mesin pencarinya. Bukan karena kita tak mau kembali ke situs-situs yang loading-nya lambat.

Namun karena ada tren yang menunjukkan pengguna internet mengurangi penggunaan Google ketika mesin pencari mereka merekomendasikan kita situs-situs yang lambat. Karena jarang digunakan, otomatis akan jarang pula perusahaan-perusahaan yang memasukkan iklan mereka ke Google. Padahal iklan adalah sumber pemasukan utama bagi Google.

Jadi, apabila kamu hendak membuat website, pertimbangkan faktor kecepatan website ini supaya tidak mengecewakan pengunjung websitemu. Semenarik apapun konten dalam situsmu, sebagus apapun desain dan tampilan situsmu, bila waktu muatnya lambat kemungkinan besar websitemu tidak akan laku!

Pengunjung akan berpikir dua kali untuk datang kembali atau merekomendasikan websitemu pada yang lain. Google pun akan membenamkan situsmu ke dasar pencarian, entah di halaman yang keberapa.

Lalu, bagaimana cara mempercepat website?

Sebelum masuk ke teknis tips mempercepat website, ada baiknya kamu tentukan dahulu, platform website apa yang hendak kamu gunakan. Saya sih menyarankan WordPress.

Beberapa orang mungkin merekomendasikan Blogspot. Tapi saya pikir WordPress memiliki sedikit keunggulan selain kecepatannya yang hanya kalah sedikit dengan Blogspot; WordPress punya lebih banyak fitur yang user-friendly serta mudah dimodifikasi.

Jadi, dalam artikel ini ijinkan saya membagikan ilmu yang tak seberapa ini tentang tips mempercepat website bagi blogger pemula dengan platform WordPress. Mengapa hanya untuk blogger pemula? Ya kalau kamu sudah ahli dan sudah lama berkecimpung dalam dunia blogging, ilmu dan pengetahuan yang kamu miliki bisa jadi lebih banyak dari saya bukan?

Tanpa harus berdebat dan membuang banyak kalimat pengantar, berikut 6 tips mempercepat website yang mudah dipraktikkan:

1. Pilih webhosting yang cepat

Tips mempercepat website yang pertama adalah memilih webhosting. Jika kamu hendak membuat website dengan domain berbayar (dot id, dot com, dot net, apapun ekstensinya), pilihlah webhosting yang menawarkan fitur kecepatan server host-nya. Webhosting itu ibaratnya tuan rumah tempat kamu mengunggah dan menaruh data-data website (yang berupa tulisan, gambar atau video).

Saat ada yang mengunjungi websitemu, data-data yang sudah kamu unggah sebelumnya (dalam bentuk artikel yang kamu tayangkan) akan ditransmisikan ke IP Address pengunjung tersebut. Disinilah faktor kecepatan website menjadi penentu. Kalau webhosting yang kamu pilih tadi punya server hosting yang lambat, otomatis kecepatan loading dari websitemu juga ikut lambat.

Dewaweb Penyedia Hosting Tercepat

Salah satu webhosting yang punya hosting tercepat dan pelayanan yang handal adalah Dewaweb. Penyedia hosting ini memiliki beberapa teknologi optimasi website terkini.

Dewaweb sudah melengkapi semua server cloud hosting mereka dengan hardware Intel Xeon Gold terbaru serta terintegrasi dengan LiteSpeed Cache. Tak hanya itu, Dewaweb juga menggunakan teknologi web terbaru seperti HTTP/2 hingga Brotli Compression, semacam alat untuk mengkompresi/memadatkan isi website sehingga menjadi ringan dan cepat dimuat.

Yang lebih penting lagi, Dewaweb juga menyediakan layanan pendukung selama 24 jam 7 hari seminggu. Jadi apabila websitemu bermasalah, jangan sungkan untuk langsung menghubungi Ninja Support dari Dewaweb.

2. Pilih tema WordPress yang ringan.

Mungkin kamu tergoda untuk membuat tampilan website yang sangat bagus dan indah dipandang. Tapi perlu kamu ketahui, tema yang bagus biasanya isinya juga lebih kompleks dan mengandung banyak komponen. Hal inilah yang bisa mempengaruhi kecepatan website.

Karena itu, pilihlah tema website yang sederhana dan ringan saja, namun sesuai dengan niche atau ceruk dari konten websitemu.

3. Optimalisasi gambar

Salah satu kesalahan Blogger pemula adalah mereka cenderung suka memasukkan gambar-gambar dengan resolusi tinggi dalam konten yang mereka publikasikan. Dipikirnya pengunjung akan tertarik dengan tampilan gambar yang cemerlang. Padahal salah besar.

Gambar dalam website adalah salah satu faktor penentu yang mempengaruhi kecepatan website. Gambar – apapun bentuk format file mereka –  yang memiliki ukuran besar justru akan memperlambat website.

Gambar yang resolusinya besar bisa menghabiskan ruang yang tidak perlu di server hosting. Selain itu juga membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperlukan untuk mentransfer data ke browser pengunjung  website.

Karena itu, sebelum kamu memasukkan gambar dalam konten yang hendak kamu tayangkan, optimalisasikan terlebih dahulu gambar tersebut. Ada tiga cara untuk optimalisasi gambar:

a. Cropping/memotong bagian gambar.

Misalnya kamu ingin memasukkan gambar kucing kesayanganmu. Potong saja gambar tersebut pada bagian tubuh kucing secara keseluruhan. Dengan demikian, obyek-obyek disekitar kucing tersebut tidak usah ikut.

Dengan memotong gambar, pengunjung akan bisa lebih fokus pada detil obyek gambar tersebut. Selain itu, juga untuk mengurangi ukuran file gambar.

b. Resize/mengubah ukuran gambar

Gambar yang memiliki resolusi besar memang terlihat bagus karena saat diperbesar tidak pecah. Tapi tak ada gunanya kamu masukkan begitu saja dalam ukuran aslinya jika tema websitemu tidak mendukung.

Misalnya kamu ingin memasukkan foto dari smartphone, yang rata-rata berukuran 3000 pixel, sementara tema websitemu hanya bisa memuat gambar dengan baik maksimal 800 pixel. Jadinya percuma kan? Pengunjung tidak bisa melihat seluruh detil gambar tersebut.

Kecuali kalau kamu berniat membangun portofolio sebagai Blogger fotografi, sehingga gambar-gambar yang bagus dan memiliki resolusi tinggi tadi bisa menarik perhatian calon klien. Atau jika kamu berniat untuk menjual foto pada situs-situs penyedia foto, memuat gambar yang beresolusi tinggi masih bisa dimaklumi.

Jadi, kecilkan dulu gambar yang hendak kamu unggah itu dengan aplikasi lain. Yang paling mudah dengan memakai Paint di Windows.

Memang sih WordPress sendiri sudah menyediakan tiga versi ukuran gambar yang ingin dimasukkan dalam konten; kecil, sedang, ukuran sebenarnya. Tapi cara ini tidak benar-benar menghemat ruang penyimpanan karena kamu sudah terlanjur mengunggah dan menyimpan gambar pada ukuran aslinya.

Cara mengoptimalkan gambar di WordPress

Apabila sudah terlanjur (karena malas mengubah ukuran gambar di aplikasi lain), kamu masih bisa mengubah ukurannya di WordPress. Bukan dengan memilih versi ukuran seperti yang saya sebutkan tadi.

Caranya, pilih gambar yang sudah kamu unggah tadi di pustaka media. Perhatikan kolom sebelah kanan, disana ada pilihan edit/sunting gambar. Klik saja, nanti kamu akan diarahkan ke menu pengeditan.

Perhatikan lagi kolom sebelah kanan, ada dua kotak kosong yang berisi informasi dari ukuran gambar tersebut (panjang x lebar). Masukkan angka ukuran gambar yang kamu kehendaki, misalnya dari semula panjangnya 3000 pixel, jadikan ke 600 pixel (ukuran standar, tapi masih layak secara visual). Nantinya, ukuran lebar gambar akan mengikuti secara otomatis.

contoh mengubah ukuran gambar di WordPress (dokumentasi Himam Miladi)

Menu pengeditan gambar secara langsung di WordPress ini juga bisa kamu gunakan untuk memotong gambar/cropping) lho. Caranya, pada gambar yang tampil, seret tetikusmu (mouse, kalau kamu masih belum familiar dengan istilah KBBI ini) pada bagian gambar yang ingin kamu ambil. Kemudian klik tombol crop lalu simpan.

c. Compress/memadatkan ukuran gambar.

Dalam sebuah gambar, ada beberapa informasi tak kasat mata yang bisa mempengaruhi ukuran file-nya. Biasanya disebut metadata.

Untuk menghapus informasi tersebut, cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengkompresi/memadatkan gambar tersebut.  Meski sudah dikompres, kualitas gambar masih tetap utuh.

Kamu bisa mengkompres gambar secara online lewat situs-situs kompresi. Salah satunya adalah TinyPng.

Kalau tidak ingin repot, kamu juga bisa memasang plugin (semacam perangkat tambahan) kompresi di WordPress. Salah satu plugin yang bagus adalah WP Smush. Plugin ini akan secara otomatis mengompres gambar begitu gambar tersebut kamu unggah.

Optimalisasi gambar (memotong, mengubah ukuran, dan mengompresi) adalah salah satu cara termudah untuk mempercepat websit, terutama jika kamu ingin membuat website yang penuh gambar.

4. Memasang plugin Cache

Tips mempercepat website berikutnya adalah memasang plugin cache.

Agak sulit untuk menjelaskan apa dan bagaimana cache dan caching itu (bacanya kaSH dan kaSHing loh, bukan cacing). Sederhananya, cache adalah koleksi item dari jenis yang sama  yang disimpan di tempat yang tersembunyi atau tidak dapat diakses.

Biasanya, setiap kali seseorang meminta halaman dari website, server hosting secara dinamis membuat halaman HTML dari awal menggunakan kode inti WordPress dan tema website. Tapi masalahnya, HTML itu sering tetap sama dari permintaan ke permintaan.

Caching adalah proses pengiriman versi statis file HTML ke pengunjung websitemu daripada membuatnya secara dinamis setiap waktu. Pada dasarnya, mereka membuat file sekali dan kemudian menyimpan salinan. Proses ini mengurangi jumlah panggilan yang dilakukan ke server hosting, menurunkan beban server, dan mengurangi kemacetan.

Nah, d WordPress ada banyak plugin cache, seperti WP Total Cache, WP Super Cache, atau WP Rocket. Kamu bisa memasang salah satunya untuk mempercepat website.

5. Accelerate Mobile Page (AMP)

Darimana biasanya kamu mengakses internet? Lebih sering memakai laptop atau smartphone?

Di jaman sekarang, orang-orang lebih suka dan lebih sering membuka website melalui perangkat mobile mereka, benar tidak? Masalahnya, perangkat mobile memiliki ruang terbatas yang lebih kecil daripada laptop.

Karena itu, Google dan beberapa perusahaan teknologi lain (Twitter, Pinterest, LinkedIn dan WordPress) lalu membuat proyek AMP untuk mengakomodir kebutuhan membaca konten website di perangkat mobile. Aslinya sih mereka ingin menyaingi proyek Instan Article milik Facebook dan Apple News.

Pengertian AMP

Pada dasarnya, AMP adalah pemuatan HTML versi diet. Jadi, banyak komponen HTML dari website versi standard dipotong-potong pada bagian yang tidak terlalu penting supaya bisa dimuat lebih cepat pada perangkat mobile.

Ide dasarnya AMP dirancang untuk keterbacaan murni dan kecepatan website. Jadi komponen website lain seperti gambar tidak akan dimuat dulu sebelum kamu menggulirkannya pada bagian website dimana gambar itu berada.

Jika pada versi standar data-data website itu ditampung pada server webhosting, dengan adanya AMP ini Google bisa secara langsung meng-host konten website sehingga Google tidak perlu lagi mengambilnya server webhosting yang kita sewa.

Teknis sederhananya seperti ini: Jika pada versi standar website itu beralamat di www.abc.com/konten, apabila website tersebut dilengkapi AMP, maka saat ada pengunjung mesin peramban(browser) akan mengarahkannya ke versi AMP dengan alamat www.abc.com/amp/konten.

Apakah versi AMP benar-benar lebih cepat dari website versi standar?

Biarkan data yang bicara ya: Google melaporkan bahwa halaman AMP yang disajikan dalam pencarian Google biasanya dimuat dalam waktu kurang dari satu detik dan menggunakan data 10 kali lebih sedikit daripada halaman non-AMP yang setara. CNBC melaporkan penurunan 75% dalam waktu pemuatan laman seluler untuk Laman AMP dari pada laman non-AMP. Sementara Gizmodo melaporkan bahwa laman AMP dimuat tiga kali lebih cepat daripada laman non-AMP.

Nah, apabila kamu merasa website milikmu itu nanti akan banyak dibaca secara mobile dan ingin bisa tampil dengan cepat, kamu bisa memasang plugin AMP di WordPress.

Namun harap diingat, memasang AMP adalah opsi pilihan. Karena menurut beberapa ahli, AMP tidak begitu signifikan karena sekarang sudah banyak tema WordPress yang mobile user-friendly dan bisa memuat konten hampir sama cepatnya dengan versi AMP.

6. Mengoptimalkan plugin

Salah satu keunggulan WordPress dibandingkan platform blogging yang lain adalah kita bisa memasang plugin yang bisa mendukung kinerja website. Seperti yang saya tunjukkan pada dua tips sebelumnya.

Tapi hati-hati, karena plugin di WordPress bisa menjadi musuh dalam selimut. Terlalu banyak memasang plugin, atau karena ada satu plugin yang buruk justru bisa memperlambat waktu loading website.

Ada beberapa plugin yang tidak mau diajak bekerja sama dalam satu tim dengan plugin lainnya, atau disebut plugin conflict. Beberapa plugin juga kadang memerlukan penataan khusus. Artinya, plugin yang seperti ini menginginkan permintaan file JavaScript dan CSS tambahan, yang bisa menyebabkan beban server lebih tinggi dan lebih banyak permintaan pada jaringan.

Pasanglah plugin yang benar-benar sesuai kebutuhan saja. Seperti yang sudah saya tunjukkan di artikel tips mempercepat website ini (plugin cache, plugin AMP, plugin SEO).

Kesimpulan dari tips mempercepat website ini adalah:

Kinerja sebuah website adalah topik yang luas dan kompleks. Begitu pula tips mempercepat website. Artikel ini mungkin hanya bisa menyentuh permukaan dasarnya saja. Tapi setidaknya kamu tahu cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan supaya kinerja situsmu memuaskan.

Jika website milikmu cepat dan memiliki kinerja yang baik, pengunjung akan menganggap konten di dalamnya juga berkualitas.

Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: