topi awan gunung rinjani,fenomena topi awan,gunung rinjani,panorama gunung rinjani,awan topi di gunung rinjani,topi awan di gunung rinjani,sembalun,bukit pergasingan,pulau lombok,gunung rinjani,fenomena alam awan lenticular,awan lenticular

Cantiknya Penampakan Topi Awan Gunung Rinjani


Gunung Rinjani, dinilai para pendaki dan pecinta gunung memiliki panorama yang paling indah diantara gunung-gunung di Indonesia.  Salah satunya adalah panorama sawah terasiring di Bukit Pergasingan.

Terletak di desa Sembalun, Lombok Timur, Bukit Pergasingan memiliki ketinggian 1700 mdpl dan Desa Sembalun  sendiri berada di ketinggian 1100 mdpl. Jadi, ketinggian yang harus ditaklukkan hanya berkisar 600 meter saja.

bukit pergasingan,sembalun,lombok,gunung rinjani,topi awan gunung rinjani,bukit pergasingan sembalun,panorama bukit pergasingan
Bukit Pergasingan

Desa Sembalun bisa ditempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan dari Kota Mataram. Bukit Pergasingan sendiri merupakan salah satu alternatif jalur pendakian ke Gunung Rinjani.

Kecantikan panorama Gunung Rinjani semakin bertambah dengan adanya fenomena Topi Awan Gunung Rinjani. Tak urung, fenomena ini menjadi perhatian para pecinta gunung dan wisatawan di pulau Lombok.

Terjadinya Fenomena Topi Awan Gunung Rinjani.

Fenomena “Topi Awan” Gunung Rinjani ini terjadi pada Rabu (17/7). Kondisi awan putih yang berada tepat di atas puncak Gunung Rinjani ini terbilang sempurna. Awan berwarna putih bersih, berkumpul dan seolah memadat dengan bentuk topi. Jika dilihat dari jauh, seperti ilustrasi orang yang memakai caping petani.


Lingkaran awan putih itu berlangsung sejak pukul 07.00 Wita sampai 09.30 Wita. Karena begitu indah dan langka, banyak warga yang mengabadikan fenomena alam ini dan kemudian membagikannya di media sosial mereka.

Seperti yang dilakukan Rosidin, warga Sembalun Lawang, Lombok Timur. Awalnya, kata dia, dirinya mengabadikan dari rumahnya kemudian ke “rest area” Sembalun Lawang dan di lokasi itu sudah banyak yang berswafoto.

“Rest area Sembalun Lawang lokasi yang paling pas untuk mengambil foto Gunung Rinjani secara full,” katanya dikutip dari CNN Indonesia.

“Bahkan warna dan ketebalannya berganti-ganti,” katanya.


Hal senada dikatakan Nur Saat, warga Desa Senaru, Lombok Utara yang melihat fenomena alam itu.

“Saya semula dikirim foto saja, tapi setelah dilihat memang benar-benar sempurna bentuknya,” katanya.

Biasanya “topi awan” tersebut sering terbentuk namun bentuknya tidak sempurna dan tidak berlangsung lama.  “Banyak yang swafoto melihat fenomena awan itu,” katanya. 


Munculnya Awan Caping di puncak Gunung Rinjani ini bahkan banyak yang mengaitkannya dengan gempa bumi yang akhir-akhir ini banyak mengguncang wilayah pulau Lombok.  

Awan Lenticular, Tidak Terkait Gempa.

Menanggapi munculnya Topi Awan Gunung Rinjani dan kaitannya dengan gempa, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Rianto, mengatakan itu fenomena alam biasa.

“Itu fenomena alam awan lenticular,” ujarnya di Mataram, Rabu.

Agus menegaskan, fenomena alam Lenticular tidak terkait atau tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Ia mengungkapkan bahwa mengaitkan fenomena alam Lenticular dengan akan terjadinya gempa adalah sebuah kesalahpahaman.

“Tidak ada kaitannya, itu hanya rumor. Awan caping itu berbahaya bagi penerbangan, bukan tanda tanda terjadinya gempa,” jelas Agus.

Bentuk awan seperti topi, caping, piring raksasa, dan awan yang melingkari gunung, disebut awan Lenticular, Awan itu biasa ditemukan di dekat bukit atau gunung-gunung karena ia memang terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan perbukitan, sehingga menimbulkan sebuah pusaran.

topi awan gunung rinjani,fenomena topi awan,gunung rinjani,panorama gunung rinjani,awan topi di gunung rinjani,topi awan di gunung rinjani,sembalun,bukit pergasingan,pulau lombok,gunung rinjani,fenomena alam awan lenticular,awan lenticular
instagram@nurma_shaa

Hal senada juga disampaikan Rosyidin, warga setempat. Menurutnya, fenomena puncak Gunung Rinjani “bertopi” sebetulnya sudah sering kali terjadi. Hanya saja, awan yang melingkar di atas puncak Rinjani itu tidak sebundar dan sebesar seperti yang terjadi pada saat ini.

“Masyarakat sudah biasa melihat ada lingkaran awan di atas puncak Rinjani. Tapi memang yang sekarang tidak sebundar dan sebesar yang sekarang,” terang Rosyidin.



Gunung Rinjani berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl.

Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani.

Rinjani memiliki panorama paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.

Suhu udara rata-rata sekitar 20 derajat Celcius; terendah 12 derajat Celcius. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.


Tinggalkan Komentar Ya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.