Sabtu, Februari 23admin@warungwisata.com

Wisata Sejarah

Museum Wayang Kota Tua Jakarta, Melestarikan Budaya Bangsa

Museum Wayang Kota Tua Jakarta, Melestarikan Budaya Bangsa

Wisata Budaya, Wisata Sejarah, Wisata Unik
Indonesia terkenal dengan seni budaya yang beraneka ragam. Salah satunya adalah seni Wayang. Nah, tahu gak kalau di Jakarta ada sebuah museum yang koleksinya aneka macam wayang? Museum Wayang namanya, terletak di Jalan Pintu Besar Utara No 27, Kota Tua, Jakarta, di kompleks yang sama dengan Museum Fatahillah, salah satu museum paling populer di Indonesia. Bangunan dua lantai yang dijadikan museum ini termasuk bangunan bersejarah. Pada 1640, bangunan ini digunakan sebagai gereja yang disebut De Oude Hollandsche Kerk dan diubah menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk pada 1732 setelah direnovasi. Gereja ini adalah tempat Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal VOC dan pendiri Batavia dimakamkan. Paska kemerdekaan, tepatnya 13 Agustus 1975,  bangunan itu akhirnya diresmikan sebagai museum yang
Museum Mpu Purwa Pamerkan Benda Purbakala Berbalut Teknologi Modern

Museum Mpu Purwa Pamerkan Benda Purbakala Berbalut Teknologi Modern

Wisata Budaya, Wisata Sejarah
Kota Malang akhirnya memiliki museum sendiri. Namanya Museum Mpu Purwa. Museum yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta komplek perumahan Griya Shanta blok B-120 ini memiliki koleksi berbagai arca, prasasti serta artefak percandian peninggalan kerajaan Jawa kuno, terutama dari masa kerajaan Tumapel dan Singosari. Dengan luas bangunan sekitar 1000 meter persegi, Museum Mpu Purwa tergolong kecil jika dibandingkan dengan museum benda purbakala lain seperti Museum Mpu Tantular di Surabaya. Karena itu, benda-benda bersejarah yang dipamerkan juga tidak terlalu banyak. Museum Mpu Purwa saat ini memiliki 132 koleksi benda bersejarah, namun hanya 58 benda saja yang dipamerkan di ruang Museum, sementara sisanya ditempatkan di ruang penyimpanan khusus. Museum Mpu Purwa minimalis tapi berteknologi mo...
Kampung Kayutangan, Wisata Sejarah di Kota Malang

Kampung Kayutangan, Wisata Sejarah di Kota Malang

Wisata Sejarah
Kawasan Kampung Kayutangan adalah salah satu kawasan yang bersejarah di kota Malang. Pada era kolonial Belanda, kawasan ini menjadi pusat bisnis, yang hingga sekarang masih bertahan. Banyak bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang tetap dipertahankan bentuk aslinya, termasuk beberapa rumah di perkampungan Kayutangan. Meski tak sedikit pula yang sudah berubah, baik fungsi maupun arsitektur bangunannya. Tentang asal usul nama Kayutangan, ada dua versi yang berkembang di masyarakat kampung Kayutangan. Pertama, sebelum Malang menjadi kotapraja, di kawasan terdapat papan penunjuk arah berukuran besar yang berbentuk tangan yang dibuat oleh Belanda. Versi kedua adalah disaat mulai berkembangnya kawasan Alun-alun, di ujung jalan arah alun-alun terdapat pohon yang menyerupai tangan. Karena itu...
Menjelajahi Serpihan Sejarah Perang Dunia ke-2 di Jayapura

Menjelajahi Serpihan Sejarah Perang Dunia ke-2 di Jayapura

Wisata Sejarah
Jarum jam menunjukkan pukul 00.45 ketika suara merdu petugas menggema di Boarding Room Bandara Ngurah Rai. Saya dan seorang teman bergegas bangkit dan berjalan menuju pintu keberangkatan pesawat Garuda yang dini hari itu akan mengantarkan para penumpang ke Jayapura via Timika. Tiket pesawat Garuda di saku celana saya serahkan sembari menunjukkan kartu identitas. Ini adalah perjalanan kedua saya ke Papua, tapi yang pertama ke Jayapura. Dua tahun sebelumnya, saya pertama kali menginjakkan kaki di Papua saat ditugaskan di Sorong. Kali ini, giliran Jayapura yang berkesempatan saya jelajahi. Jika saat ke Sorong harus transit melalui Makassar, perjalanan ke Jayapura dari Bali bisa langsung naik pesawat Garuda melalui Timika. Maskapai Garuda memang selalu jadi pilihan kantor saya. Saya send...
Jejak Hilangnya Taman Kota Malang Yang Indah

Jejak Hilangnya Taman Kota Malang Yang Indah

Wisata Sejarah
Sebuah papan petunjuk jalan berdiri tegak di ujung jalan Taman Ungaran. Papan ini lain dari papan nama jalan biasa. Ukurannya lebih besar 3x lipat. Selain itu, jika papan jalan biasa hanya berisi nama jalan, papan yang satu ini mempunyai penjelasan lengkap, “Dahoeloe Ungaran Park/Taman Oengaran, sekarang Jalan Ungaran/Taman Ungaran". Nama Oengaran Park, atau Taman Oengaran adalah salah satu dari banyak taman kota Malang yang dibangun pemerintah Kotapraja Malang era kolonial. Ketika mendapat status sebagai geemente/kotamadya, pemerintah kota Malang merasa perlunya pemekaran dan perluasan area kota dan pemukiman untuk menampung para imigran warga Belanda. Sebagai penasehat sekaligus arsitek penata kota, ditunjuklah Ir. Herman Thomas Karsten. Antara tahun 1914-1929, Malang sudah mempun